Rabu, 27 November 2013

Dana Sumbangan Dari Swasta Siap Meluncur

Sebanyak 30 bus Transjakarta dari dana corporate social responsibility (CSR) atau dana sumbangan dari swasta siap meluncur dalam waktu dekat.

"Sudah ada 30 bus HINO punya Transjakarta ada di Bogor, tinggal nunggu surat menyurat," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota, Rabu.

Bus-bus tersebut merupakan sumbangan dari perusahaan telepon genggam, makanan dan produk shampoo.

"Itu temen-temen semua, mereka minta tolong ini supaya tawar-tawarin. Sekarang orang kan lagi semangat bantu Jakarta," kata Ahok.

Rabu, 30 Oktober 2013

Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Gita Wirjawan

Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Gita Wirjawan tak menampik anggapan ajang Konvensi Capres Partai Demokrat kini kian meredup. Oleh karena itu, dia menyarankan agar setiap peserta konvensi bekerja keras agar citra konvensi kembali bersinar.

"Tergantung partisipan, harus kerja keras," kata Gita singkat saat hadir di acara diskusi bertajuk Forum Diskusi Indonesia Baru di Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Menurut Gita, kerja keras peserta dapat meningkatkan popularitas Konvensi Demokrat. Elektabilitas para pesertanya pun menjadi terus naik mengalahkan calon presiden dari partai lainnya.

Terkait elektabilitasnya yang rendah dan kalah populer ketimbang peserta lainnya, seperti Dahlan Iskan, ia menilai hal tersebut hanyalah waktu dan proses. Dengan waktu yang tersisa, Gita yakin bisa bersaing dengan calon-calon presiden lainnya.

Popularitas Meredup

Juru Bicara Komite Konvensi Capres Partai Demokrat Rully Charis mengatakan, ingar-bingar konvensi tengah meredup. Pasalnya, para kandidat konvensi masih canggung melakukan aktivitas konvensi. Pasalnya, sebagian peserta masih mengemban tugas di tempat lain.

Rully menyampaikan, dalam pengamatannya, para kandidat konvensi masih menjunjung tinggi norma dan etika politk yang ada, apalagi saat publik menyoroti kinerja sebagian kandidat yang nyatanya masih menjabat sebagai penyelenggara negara.

"Dalam perjalanannya, saya lihat mereka terlalu menjunjung tinggi norma dan etika politik sehingga membatasi ruang gerak mereka sendiri. Belum apa-apa sudah diributkan persoalan waktu yang dihabiskan untuk kampanye, asal dana, wajib mundur atau tidak, dan sebagainya," kata Rully saat dihubungi, Rabu (30/10/2013).

Kamis, 26 September 2013

BB Menjadi Perusahaan Private

Perusahaan BlackBerry pada Senin mengumumkan telah menyetujui penjualan perusahaan itu sebesar 4,7 miliar dolar AS kepada sebuah konsorsium investor yang berencana menjadikan perusahaan ponsel pintar asal Kanada itu menjadi perusahaan private.

Dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, perusahaan telah menandatangani letter of intent dengan konsorsium yang dipimpin oleh Fairfax Financial Holding Limited.

Fairfax, yang juga adalah perusahaan Kanada, sebelumnya adalah pemegang saham terbesar BlackBerry dengan porsi 10 persen saham.

Proposal yang disepakati antara lain konsorsium menawarkan 9 dolar untuk setiap lembar saham. BlackBerry mengatakan dewan direksi mendukung rencana tersebut.

Kesepatan pasti, setelah due dilligence komplit, diharapkan diperkirakan pada 4 November. Hal ini juga bergantung finansial yang didapatkan konsorsium.

BlackBerry mengatakan perusahaan akan terus mencari kemungkinan peminat terbaik selama proses berjalan. Pada Jumat, perusahaan mengumumkan merumahkan 40 persen karyawannya setelah peluncuran ponsel pintarnya pada awal tahun ini tidak menggembirakan.